• Jelajahi

    Copyright © Kontras Media
    media news network

    Iklan

    Iklan Beranda

    Pertamina Mulai Produksi Bioetanol dari Tetes Tebu di Banyuwangi

    Saturday, February 7, 2026, 3:46 PM WIB



    Kontrasmedia.com - Kolaborasi strategis antara PT Pertamina (Persero) dan PTPN Group resmi dimulai di Banyuwangi, Jawa Timur.


    Pembangunan pabrik bioetanol ini menjadi langkah penting yang diambil pemerintah untuk ketahanan energi nasional.


    Fasilitas baru ini ditargetkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia pada Bahan Bakar Minyak (BBM) impor jenis bensin.


    Acara peletakan batu pertama atau *Groundbreaking* proyek tersebut dilakukan pada Jumat (6/2/2026) lalu, menandai dimulainya pengerjaan proyek.


    Pabrik bioetanol ini termasuk dalam proyek hilirisasi fase pertama yang digagas oleh pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.


    Direktur Transformasi dan Kelanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menjelaskan peran strategis proyek ini bagi energi bersih Indonesia.

    Menurut Agung, Pertamina siap mentransformasi bahan baku utama berupa tetes tebu atau molase.

    Molase tersebut diolah menjadi bioetanol, yaitu bahan bakar ramah lingkungan yang dibutuhkan untuk energi bersih di dalam negeri.

    Pabrik yang dibangun di Banyuwangi ini merupakan hasil kerja sama Pertamina dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang merupakan bagian dari PTPN Group.

    Target produksi bioetanol dari kolaborasi ini dipatok sebesar 30 ribu Kiloliter (KL) setiap tahunnya.

    Agung menegaskan bahwa produksi bioetanol ini akan sangat mendorong swasembada energi di Indonesia.

    Langkah ini juga sekaligus bertujuan untuk memperkuat perekonomian rakyat melalui pemanfaatan hasil perkebunan domestik.


    Dengan beroperasinya Pabrik Bioetanol ini, Pertamina yakin impor BBM jenis bensin akan bisa ditekan secara signifikan.


    Pengurangan impor tersebut diperkirakan dapat memberikan penghematan devisa yang besar bagi negara.


    Selain manfaat ekonomi, proyek ini juga secara langsung bertujuan menekan emisi karbon.


    Total penghematan dari sisi pengurangan emisi karbon ini diperkirakan mencapai nilai US$ 13,9 juta.


    Secara volume, keberlanjutan lingkungan akan tercapai melalui pengurangan emisi karbon senilai 66 juta ton CO2 ekuivalen.


    Ke depan, bioetanol yang diproduksi akan melalui proses pencampuran (*blending*) di terminal BBM.


    Terminal BBM tersebut dioperasikan langsung oleh Subholding Downstream Pertamina.


    Setelah dicampur, bahan bakar akan didistribusikan ke SPBU Pertamina yang telah bertransformasi untuk menyalurkan energi bersih.


    Saat ini, sudah terdapat sebanyak 177 SPBU yang tersebar di Pulau Jawa yang menyalurkan Pertamax Green.


    Pertamax Green merupakan produk yang saat ini mengandung 5% bioetanol sebagai campuran.


    Ke depannya, implementasi penggunaan bioetanol ini akan diperluas dan kadar etanolnya akan ditingkatkan.


    Langkah ini menyelaraskan Indonesia dengan negara-negara besar di dunia yang menggunakan etanol sebagai bagian dari energi bersih.


    Pantau terus www.kontrasmedia.com untuk mendapat info terbaru.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    CLOSE ADS
    CLOSE ADS
    close