• Jelajahi

    Copyright © Kontras Media
    media news network

    Iklan

    Iklan Beranda

    Apple Bikin Geger! Harga iPhone 18 Pro Dipastikan Tetap Stabil Meski Biaya Memori Meroket

    Friday, February 13, 2026, 2:17 PM WIB

    kontrasmedia.com - Apple dilaporkan membuat keputusan mengejutkan yang akan menyenangkan para konsumen setianya di seluruh dunia. Raksasa teknologi itu disebut bertekad mempertahankan harga jual iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max.


    Keputusan ini diambil meskipun ada tekanan besar akibat lonjakan biaya komponen memori secara global. Situasi pasar komponen saat ini memang sedang tidak bersahabat.


    Kabar menarik mengenai harga yang stabil ini datang dari analis rantai pasok ternama, Jeff Pu dari GF Securities. Pu membagikan temuannya berdasarkan penelusuran mendalam di pemasok.


    Menurut estimasi Pu, harga awal untuk iPhone 18 Pro varian 256GB akan tetap di angka $1.099 AS, atau setara Rp18,4 juta. Ini adalah kabar baik bagi calon pembeli.


    Sementara itu, model tertinggi, iPhone 18 Pro Max, juga akan bertahan di harga $1.199 AS (sekitar Rp20,1 juta) untuk varian penyimpanan yang sama. Angka ini setara dengan pendahulunya.


    Kenaikan harga komponen memori, seperti DRAM dan NAND, menjadi momok di industri teknologi saat ini. Permintaan tinggi dari sektor AI dan pusat data adalah pemicu utamanya.


    Namun, Apple tidak gentar dengan tekanan pasar. Mereka justru memilih menempuh jalur negosiasi yang intensif dengan para pemasok besar komponen mereka.


    Pemasok utama yang diajak negosiasi termasuk nama-nama besar seperti Samsung dan SK Hynix. Tujuannya jelas, meredam dampak kenaikan harga komponen tersebut.


    Negosiasi sengit yang dilakukan Apple tidak hanya terbatas pada komponen memori saja. Laporan juga menyebutkan hal serupa terjadi untuk panel layar dan modul kamera.


    Strategi yang diambil Apple menunjukkan bahwa mereka siap menyerap sebagian tekanan biaya produksi. Mereka memilih tidak langsung membebankan semua kenaikan biaya kepada konsumen.


    Langkah ini merupakan upaya strategis untuk menjaga daya saing dan mempertahankan harga masuk lini Pro agar tetap menarik bagi pasar premium.


    Selain negosiasi, Apple juga mengubah pendekatan pembelian memori. Perusahaan beralih ke kontrak pembelian per kuartal, bukan per enam bulan.


    Perubahan ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi Apple dalam mengelola risiko fluktuasi harga. Mereka dapat lebih lincah dalam mengambil keputusan.


    Fleksibilitas ini sangat penting mengingat adanya risiko kenaikan harga komponen yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026. Mereka berupaya meminimalkan dampak negatif.


    Meskipun menahan harga berpotensi menekan margin keuntungan dalam jangka pendek, strategi ini dinilai masuk akal. Ini bagian dari gambaran besar bisnis Apple.


    Bisnis Apple Services terus mencatat pertumbuhan yang fantastis. Layanan ini baru-baru ini melampaui pendapatan $30 miliar AS dalam satu kuartal saja.


    Pendapatan ekosistem yang masif ini menjadi bantalan yang kuat. Margin yang sedikit tertekan dari perangkat keras bisa dikompensasi di sektor layanan dalam jangka panjang.


    Harga perangkat keras yang stabil dinilai sangat membantu dalam menjaga pangsa pasar Apple. Stabilitas ini penting untuk loyalitas pelanggan dan akuisisi baru.


    Lini iPhone 18 Pro sendiri diperkirakan baru akan meluncur resmi ke publik pada September 2026 mendatang. Konsumen masih harus bersabar menunggu.


    Keputusan harga akhir akan sangat bergantung pada kondisi pasar global beberapa saat menjelang rilis. Namun, analisis saat ini sangat optimis.


    Konsumen kini bisa sedikit bernapas lega karena harapan akan harga iPhone 18 Pro yang tidak melambung tinggi semakin kuat. Ini berkat manuver cerdas Apple.


    Pantau terus kontrasmedia.com untuk mendapat info terbaru.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    CLOSE ADS
    CLOSE ADS
    close