• Jelajahi

    Copyright © Kontras Media
    media news network

    Iklan

    Iklan Beranda

    Deretan 5 Film Terbaru di Bioskop Akhir Pekan: Romansa Tragis hingga Komedi Olahraga

    Saturday, February 14, 2026, 2:57 PM WIB

    Poster film Wuthering Heights yang dibintangi Margot Robbie dan Jacob Elordi. (Warner Bros. Pictures via IMDb)


    Kontrasmedia.com - Layar lebar di berbagai bioskop Indonesia kembali dihiasi deretan film baru dengan genre yang sangat beragam menjelang akhir pekan ini.

    Pilihan tontonan tersebut meliputi kisah percintaan penuh obsesi, horor supranatural yang mencekam, hingga drama keluarga yang menyentuh hati.

    Setidaknya terdapat lima rekomendasi film utama yang datang dari produksi Hollywood, film horor, hingga sinema nasional.

    Salah satu sorotan utama pekan ini adalah film adaptasi klasik berjudul *Wuthering Heights*.

    Film ini diadaptasi dari novel terkenal karya penulis legendaris asal Inggris, Emily Brontë.

    Adaptasi terbaru dari kisah tragis ini dibintangi oleh dua aktor ternama, yakni Margot Robbie dan Jacob Elordi.

    *Wuthering Heights* menyoroti hubungan yang sangat intens, obsesif, dan bersifat destruktif antara dua karakter utamanya.

    Karakter utama perempuan dalam cerita ini adalah Catherine Earnshaw yang diperankan oleh Margot Robbie.

    Sementara itu, Jacob Elordi memerankan sosok Heathcliff.

    Heathcliff memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan Catherine sejak kecil.

    Keduanya tumbuh besar bersama di sebuah kediaman terpencil yang dikenal dengan nama Wuthering Heights.

    Ikatan batin mereka digambarkan melampaui perbedaan status sosial yang mereka miliki pada masa itu.

    Namun, ambisi Catherine untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi kemudian muncul.

    Ia memutuskan untuk menikahi Edgar Linton, seorang pria kaya raya yang diperankan oleh Shazad Latif.

    Keputusan besar tersebut sontak memicu dendam yang membara di dalam diri Heathcliff.

    Bertahun-tahun kemudian, Heathcliff dikisahkan kembali sebagai pria yang sukses dan kaya raya.

    Tujuannya kembali bukan untuk reuni, melainkan semata-mata untuk membalas dendam kepada semua pihak yang telah merendahkannya.

    Film drama romansa tragis ini telah tayang di bioskop dengan rating D17+ atau khusus penonton dewasa.

    Beralih ke genre yang berbeda, pilihan tontonan horor hadir melalui film bertajuk *Whistle*.

    Film horor supranatural ini merupakan garapan dari sutradara Corin Hardy.

    Corin Hardy sebelumnya dikenal luas berkat penyutradaraan film horor populer, *The Nun*.

    *Whistle* menceritakan sekelompok siswa Sekolah Menengah Atas atau SMA yang terlibat dalam sebuah kejadian naas.

    Mereka secara tidak sengaja menemukan artefak kuno yang diklaim terkutuk.

    Artefak yang mereka temukan adalah Peluit Kematian Aztec kuno yang menimbulkan suara mengerikan.

    Kutukan menyebutkan bahwa siapapun yang meniup peluit tersebut akan memanggil sosok kematian dari masa depan.

    Sosok kematian tersebut akan langsung memburu mereka pada saat peluit ditiup.

    Suara peluit yang sangat menyeramkan ini memicu serangkaian kejadian mematikan yang sulit dihindari.

    Para siswa tersebut harus berlomba dengan waktu untuk mengungkap asal-usul kutukan artefak.

    Mereka harus berhasil sebelum kutukan mengerikan tersebut menghabisi nyawa mereka satu per satu.

    Sama seperti *Wuthering Heights*, film horor *Whistle* juga mendapatkan rating D17+.

    Dari kancah sinema nasional, penonton disajikan dua pilihan film Indonesia terbaru dengan tema keluarga dan balas dendam.

    Salah satunya adalah *Jangan Seperti Bapak*, yang menawarkan kisah tentang rahasia kelam seorang ayah.

    Film ini mengikuti perjalanan hidup seorang perempuan muda bernama Angel, yang diperankan oleh Zee Asadel.

    Hidup Angel berubah total tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-20.

    Perubahan drastis ini dipicu oleh kematian tragis ayahnya, Pablo.

    Pablo, yang diperankan Verdi Solaiman, tewas dibunuh secara misterius.

    Demi mencari identitas sang pembunuh, Angel memberanikan diri masuk ke dunia gelap gangster.

    Angel memutuskan untuk bergabung dengan sebuah kelompok bernama Red Dragon untuk mencari kebenaran.

    Tujuannya bergabung adalah untuk membalas dendam atas kematian ayahnya yang tragis.

    Namun, di sana ia justru menemukan fakta mengejutkan mengenai rahasia kelam masa lalu Pablo.

    Angel pun harus menghadapi dilema besar: membalas dendam atau memutus rantai kelam tersebut agar tidak berakhir seperti bapaknya.

    *Jangan Seperti Bapak* ditayangkan di bioskop dengan rating untuk penonton dewasa D17+.

    Pilihan film nasional lainnya adalah drama keluarga yang menyentuh, berjudul *Rumah Tanpa Cahaya*.

    Film ini berfokus pada keluarga Nurul yang diperankan oleh aktris Ira Wibowo.

    Nurul membesarkan kedua putranya dan menghidupi rumah tangga bersama suaminya, Qomar.

    Qomar dalam film ini diperankan oleh aktor senior Donny Damara.

    Sumber penghidupan utama keluarga mereka berasal dari warung empal gentong milik Nurul.

    Kehidupan bahagia keluarga itu seketika sirna ketika Nurul harus pergi untuk selamanya.

    Kehilangan Nurul menciptakan ruang hampa yang mendalam di dalam keluarga yang ditinggalkan.

    Warung empal gentong yang dulu ramai pengunjung juga mendadak menjadi sepi dan sunyi.

    Kisah ini menceritakan tentang upaya keluarga tersebut mengatasi rasa kehilangan yang menyakitkan.

    Film *Rumah Tanpa Cahaya* dapat disaksikan oleh penonton remaja karena memiliki rating R13+.

    Sebagai penutup, ada pilihan tontonan bergenre komedi olahraga dalam format animasi yang ringan.

    Film animasi yang menceritakan upaya meraih mimpi ini diberi judul *Goat*.

    *Goat* menceritakan Will Harris, seekor kambing remaja yang punya mimpi besar di dunia olahraga.

    Will Harris berkeinginan kuat untuk menjadi pemain profesional dalam olahraga yang disebut roarball.

    Roarball merupakan olahraga yang terkenal keras dan didominasi oleh hewan-hewan predator besar.

    Setelah video aksinya menjadi viral di dunia maya, Will Harris mendapat peluang besar.

    Ia mendapatkan kesempatan bergabung dengan tim idolanya, yaitu Vineland Thorns.

    Film ini membawa pesan inspiratif bahwa mimpi besar bisa digapai meskipun seseorang dipandang sebelah mata.

    Film *Goat* diberi rating SU, yang berarti dapat ditonton oleh semua umur tanpa batasan.

    Lima film ini memastikan bahwa layar bioskop menawarkan keragaman genre bagi semua kalangan penonton akhir pekan.

    Pantau terus www.Kontrasmedia.com untuk mendapat info terbaru.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    CLOSE ADS
    CLOSE ADS
    close